Buka jam 08.00 s/d jam 21.00
Beranda » Artikel Terbaru » Sejarah Kota Batu

Sejarah Kota Batu

Diposting pada 14 February 2016 oleh admin

Outbound di batu – kota batu yang dewasa ini dikenal sebagai kota wisata memiliki sejarah panjang yang cukup menarik untuk dibahas. sebab sebelum dikenal sebagai kota wisata, kota batu awalnya merupakan sebuah daerah pemekaran dari kabupaten malang pada 2001. Saat sekarang menjadi tujuan wisata dan outbound tali tinggi.

Kota batu merupakan dataran tinggi malang yang terbentuk dari endapan lava yang menjadi danau. sementara daerah batu hingga malangmerupakan cekungan dalam yang terbentuk dari apitan gunung dan pegunungan. tak heran jika keadaan tanh di kota batu cukup subur.

Kota Wisata Batu

Alun alun kota batu

Terkait dinamika sejarah kota batu, penulis sejarah kota batu Dwi Cahyono dkk, membagi kesejarahan batu menjadi lima masa. yakni masa prasejarah,masa hindu-budha,masa penyebaran islam, masa kolonial dan masa kemerdekaan. masing masing masa tersebut memiliki landasan kuat sebagai penanda peradaban.

Sejak abad ke-10, wilayah batu, wilayah batu dan sekitarnya telah dikenal sebagaitempat peristirahatan bagi kalangan keluarga kerajaan.pasalnya, wilayah kota batu berada di daerah pegunungan yang memiliki hawa dan udara yang sejuk.terlebih lagi,pemandangan diwilayah ini sangat indah dengan pemandangan alam sebagai ciri khas daerah pegunungan.

Pada waktu pemerintahan raja sindok, seorang petinggi kerajaan bernama Mpu Supo diperintah raja sindok untuk membangun tempat peristirahatan keluarga kerajaan dipegunungan yang didekatnya terdapat mata air.Dengan upaya yang keras,akhirnya Mpu supo menemukan suatu kawasan yang sekarang dikenal sebagai kawasan wisata songgoriti.

Lalu atas persetujuan raja, mpu supo yang konon dikabarkan sakti mandraguna itu mulai membangun kawasan songgoriti sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan dan membangun sebuah candi yang diberi nama candi supo.

Ditempat peristirahatan tersebut terdapat sumber mata air yang mengalir dingin dan sejuk seperti semua mata air di wilayah pegunungan. mata air itu sering digunakan sebagai tempat mencuci keris keris yang bertuah sebagai benda pusaka kerajaan sendok.Oleh karena sumber mata air sering digunakan untuk mencuci benda benda kerajaan yang bertuah dan mempunyai kekuatan supranatural yang maha dahsyat, mata air yang semula tersa dingin dan sejuk akhirnya berubah manjadi sumber air panas, sampai saat ini, sumber air panas masih menjadi sumber abadi dikawasan wisata songgoriti.

Sementara menurut dwi cahyono, peradaban masa prasejarah kota batu ditandai dengan temuan artefak jaman neolitikum dan megalitik. artinya masyarakat batu saat itu sudah menunjukkan peradaban yang maju dengan ciri bercocok tanam.

Lain halnya dengan masa prasejarah, masa hindu-budha di kota batu dulu lebih terang benerang. sebab sumber data teks maupun artefak yang ditemukan lebih lengkap, baik dari masa kerajaan kanjuruhan hingga majapahit. Namun dalam perkembangannya pengaruh hindu-budha kian memudar hingga akhirnya digantikan oleh agama islam yang dibawa oleh Abu Ghanoim atau lebih dikenal sebagai mbah batu alias mbah wastu konon nama ‘Batu” diambil dari nama beliau.

Pada sekitaran tahun 1767M, modernisasi batu sebagai daerah baru mulai tumbuh dan berkembang. Hal itu berbarengan dengan masuknya VOC dalam membuka perkebunan di Batu.
kenyamanan batu sebagai wilayah hunian dan pertanian pun berlanjut hingga masa Jepang. sebagai bukti banyak sekali ditemukan bangunan gua bekas perlindungan tentara jepang yang ada diwilayah batu.

Dwi dalam bukunya yang berjudul “sejarah daerah batu, rekonstruksi sosio-budaya lintas masa”menyebutkan, Batu mempunyai karakteristik yang resisten terhadap budaya asing. jika masa penjajahan banyak penduduk pribumi cenderung tertekan, masyarakat batu justru mengalami perkembangan dalam strukturnya.Bahkan masa itu banyak berdiri organisasi pemuda,wanita hingga militer. aktivitas semua organisasi itupun bermuara pada perlawanan dengan mengangkat senjata ats penjajahan kolonial.

Melalui buku tersebut,dwi merumuskan,kemajuan masyarakat batu bisa dipupuk dari tiga prinsipyakni prinsip produktif, lestari dan sejahtera. ketiga prinsip tersebut dilakukan untuk mewujudkan batu agar memiliki solidaritas organik, yaitu kemajuan yang berlandaskan kerja keras, mencintai alam dan kemakmuran bersama.

sumber : Wikipedia

Bagikan informasi tentang Sejarah Kota Batu kepada teman atau kerabat Anda.

Sejarah Kota Batu | Outbound di Batu Malang

Belum ada komentar untuk Sejarah Kota Batu

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Temukan Kami

Widget Area Footer Left

Anda dapat menambahkan widget pada widget area yang tersedia pada template ini. Tersedia 3 widget area yaitu footer left, midle dan right. Anda dapat melakukan pengaturan pada wordpress admin > Appereance > Widgets. Selamat mencoba!

Widget Area Footer Middle

Anda dapat menambahkan widget pada widget area yang tersedia pada template ini. Tersedia 3 widget area yaitu footer left, midle dan right. Anda dapat melakukan pengaturan pada wordpress admin > Appereance > Widgets. Selamat mencoba!

Widget Area Footer Right

Anda dapat menambahkan widget pada widget area yang tersedia pada template ini. Tersedia 3 widget area yaitu footer left, midle dan right. Anda dapat melakukan pengaturan pada wordpress admin > Appereance > Widgets. Selamat mencoba!
Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan