Buka jam 08.00 s/d jam 21.00
Beranda » Artikel Terbaru » ROPE Course di Indonesia

ROPE Course di Indonesia

Diposting pada 19 March 2019 oleh admin
outbound di batu luar biasa

high rope challenges outbound di batu malang

Hello guys…bersama kembali dengan kami Outbound di Batu Malang, Kali ini bahasannya atau diskusinya soal kegiatan rope course di Indonesia. Sejarahnya bagaimana? Pertama kali di indonesia rope corse itu bagaimana? dan macam-macam “rope Course” di Indonesia. Ropes Course di Indonesia Belum ada sejarah yang jelas siapa yang mengembangkan ropes course pertama kali di Indonesia, perkembangan Ropes Course di negeri ini lebih banyak dikenal dan salah kaprah dengan kegiatan outbound, istilah penamaan outbound sendiri saat ini masih kabur dan penuh berdebatan, walau diakui perkembangannya seiring dengan kegiatan yang dilakukan outward bound indonesia (OBI) pada tahun 1990-an.

Karena mulai maraknya kemunculan provider-provider sejenis yang menerapkan metode kegiatan serupa maka untuk menghindari perselisihan, salah satu kata dalam kalimat Outwardbound dihilangkan ward nya, maka jadilah kata outbound seperti yang dikenal hingga saat ini, (lihat dalam milist AELI tanggal : Selasa, 26 Januari 2010).Menurut salah seorang pelaku kegiatan ini dalam milist Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) mengatakan bahwa outbound adalah media belajar bukan alat belajar, jadi selain dampak kegiatan ini dalam pendididkan misalnya akan sangat tergantung dari program yang disusunnya. Nah sebagai media belajar ini…rope course sering dijadikan sebagai bagian media pelatihan juga dalam kegiatan outbound, baik itu low rope maupun high ropes element gamenya, selanjutnya ketika beberapa kawasan wisata, tempat peristirahatan, taman rekreasi bahkan rumah makan melengkapi fasilitasnya dengan beberapa games low maupun high ropes bahkan walau hanya flying fox saja sudah dikatakan outbound….begitulah orang awam memaknainya.mengingat perkembangan kegiatan ini yang semakin diterima secara luas ditanah air, banyak perusahaan swasta, lembaga pendidikan bahkan di instansi pemerintah misalnya rope courses telah diterima sebagai “alat ajar”dalam pelatihan pengembangan pegawai di lingkungan dinas. Disaat ini banyak dari provider di tanah airsaat ini lebih memfokuskan kegiatan khususnya dalam pengembangan ropes courses.oleh karena hal tersebut maka standarisasi keamanan dalam instalasinya juga kemampuan operatonya harus sangat baik.

High ropes course dapat direkayasa pra-kursus, dibangun dari tiang-tiang kabel, simpul-simpul tali temali dan baut yang dibangun oleh seorang kontraktor, atau yang dibangun dalam daerah berhutan, dimana tali dan kawat yang melekat pada pohon yang berbeda. Sekalipun konstruksinya dibuat oleh seorang kontraktor atau pribadi, untuk membuat kursus yang terbuka untuk umum, ada beberapa peraturan yang secara ketat yang saat ini berkembang dan mewakili industri dalam Rope Course secara internasional ditetapkan oleh Association Challenge Technologies (ACCT) maupun profesional Rope Course Association (PRCA) harus di taati dan tentu saja harus diperiksa secara teratur untuk menjamin keamanannya.

Rope Course juga dapat digambarkan sebagai kegiatan yang statis atau dinamis. Dengan kursus statis, peserta yang melekat pada sebuah kawat baja diatas, penambatan kabel, dengan tali dan carabiner untuk keselamatan. Jika peserta menggantung, mereka akan ditangkap oleh kawat. Pada kursus yang dinamis (dynamic belay), para peserta terhubung ke tali, yang ada di tanah akan berpegangan dan belaying peserta di lapangan. Keuntungan yang statis yang membutuhkan lebih sedikit orang opearator termasuk fasilitator, dan mampu mendapatkan lebih banyak peserta di kursus pada satu waktu. Namun tentu saja yang din amis memungkinkan peserta dapat dengan mudah diturunkan ke tanah dengan aman dan dapat berfungsi ganda sebagai unsur tambahan dalam kursus tantangan karena membutuhkan suatu sikap mempercayakan secara penuh kepada belayer.Biasanya peserta harus mendatangi sebuah surat pernyataan sebelum diperbolehkan untuk berpartispasi di lapangan, karena tingginya resiko cedera. Sebagian peserta mungkin memiliki waktu terbatas untuk menyelesaikan kursus karena ketinggiannya dan tantangan fisik.

Kursus biasanya berkisar dari 25 meter sampai 50 kaki tingginya. Dalam rangka untuk naik ke peserta kursus biasanya harus memanjat, seperti dengan menggunakan jaring kargo (cargo net) atau tangga monyet (jacob ladder), yang dapat dibuat dari tali, atau climbing wall (dinding panjat) buatan. Beberapa element games yang terdapat dalam high ropes biasanya terdiri dari :

HIGH Element :

– Standart Traversing Element :

1. Burma Bridge

2. Cat Walk

3. Incline Log

4. Island in the sky

5. Multive Traverse

6. Pirate’s Crossing

7. Tired Two Line

8. Two Line Bridge

– Other Element

1. Centipede

2. Climbing Tower

3. Flying Squirrel

4. Pamper Pole

5. Prusik Climb

6. Quadopenia

7. Rappeling

9. Tension Traverse

– High Version

Zip Line/Wire (Flying Fox)

( lihat dalam : The Guide for Challange Course Operations, compiled by Bob Ryan, Project Adventure 2005 hal. 132 ).

Bagikan informasi tentang ROPE Course di Indonesia kepada teman atau kerabat Anda.

ROPE Course di Indonesia | Outbound di Batu Malang

Belum ada komentar untuk ROPE Course di Indonesia

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Temukan Kami

Alamat Outsina Outbound di Batu

Jl. Tata Surya III no.7 , RT.07 RW. 06 Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang

Whats app :

Dyah : 081231577653

Bayu : 081231543890

Layanan Outsina

Kami menyediakan layanan Profesional untuk kegiatan berbasis Experiential Learning dan Penjualan Perlengkapan Alam Bebas. Layanan kami adalah:

  1. Outbound di Batu Malang
  2. Outbound di Malang

Outsina Services

gambar logo

Logo outsina

Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan