Buka jam 08.00 s/d jam 21.00
Beranda » Artikel Terbaru » Mengenal Outbound games tali tinggi 1

Mengenal Outbound games tali tinggi 1

Diposting pada 14 February 2016 oleh admin

Outbound di batu – Sudah menjadi pengetahuan kita jika kegiatan outdoor activities dewasa ini sedang cukup ramai kalau tidak disebut booming ditanah air, kegiatan yang semula hanya dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang biasanya erat kaitannya dengan kegiatan rock clambing jiga kegiatan alam terbuka, dengan mudahnya dapat kita lihat dibanyak tempat baik di kota, pedesaan maupun ditengah tengah hutan, kegiatan ini dengan bentuk bentuk tantangannya yang cukup unik dan natural telah banyak dilirik oleh banyak kalangan pelaku bisnis maupun management untuk dijadikan model pelatihan pengembangan SDM, pendidikan maupun sarana rekreasi ataupun adventure park.

tali tinggi

outbound games cargo net

Kegiatan rope course(di indonesia sering salah kaprah menjadi outbound dll), merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan menantang pengembangan pribadi dan membangun kegiatan tim yang biasanya terdiri dari elemen tinggi dan atau elemen rendah. Elemen rendah terjadi diatas tanah atau hanya beberapa meter di atas tanah. Elemen tinggi biasanya dibangun di pohon atau yang terbuat dari tiang tiang dan memerlukan penambatan untuk keselamatan.

Rope course dikenal dengan menggunakan beberapa nama yang berbeda beda,termasuk challanges course,challanges ropes course, high ropes element games course dan low ropes serta nama nama lebih istimewa seperti challanging outdoor personal experience(digunakan oleh boy scouts of america), beberapa istilah terkait lainnya termasuk kursus halang rintang(obstacle course), kursus dan commando assault( assault course and commando courses), walaupun istilah istilah ini juga mempunyai makana yang sedikit berbeda, seringkali lebih berhubungan dengan pelatihan militer dibandingkan dengan pendidikan dan pelatihan untuk masyrakat umum.

Sejarah Rope Course di Dunia
Obstacle Coursesdalam sejarahnya telah digunakan oleh kaum militer untuk melatih tentara orang-orang Yunani Kuno. Kursus-kursus ini, terutama digunakan untuk pelatihan yang sangat cocok untuk kemampuan individu dan tidak selalu diarahkan pada pengembangan seluruh pribadi seperti tali praktik umu di dalam pelatihan-pelatihan dewasa ini. Penggunaan penambatan dan sistem manajemen resiko pada kursus-kursus seperti itu terbatas atau dapat dikatakan tidak ada sama sekali.

Banyak praktisi mengutip Georges Hebert sebagai pencetus tali temali “modern”, seorang Perwira angkatan laut Perancis pada awal 1900-an, Hebert mengembangkan sendiri metode pendidikan jasmani, aparatur, dan disebut “Natural method”, yang mencakup perkembangan fisik, moral dan kualitas “jantan” dalma lingkungan luar. Berangkat dari latar belakang pelaut, Hbert berpola sebagian hambatan pada kendala ditemukan di geladak kapal. “Hebertisme” tumbuh selama dan antara Perang Dunia I, menjadi standar untuk kursus tantangan tali dan pelatihan program di Perancis, Kanada dan Eropa masih dikenal saat ini sebagai Pelatihan Hebertisme.
Di kota Marble, Colorado AS, situs colorado pertama, Outward Bound misalnya, lokasi itu diyakini oleh banyak orang sebagai lokasi kursus tali pertama di Amerika Serikat, meskipun hal ini masih diperdebatkan.Berpola seperti latihan rintangan militer dan mirip dengan kursus penggunaan Outward Bound di Aberdyfi, Wales, kursus terbuat dari tali rami. Sistem penambatan minim atau tidak ada (Karl Rhonke, Wall, tait, & Rogers, 2003, h.4).

Sebagai Kursus Modern
Sejak tahun 1980-an, penggunaan dan pemanfaatan peralatan canggih dalm Ropes Course telah cukup berkembang secara luas. Banyak pengguna menggabungkan kursus tali modernpenambatan canggih, (sophisticated belay) dan sistem keamanan menggunakan tali kawat (wire ropes), alat gesekan (friction), dan tali kekang pemanjatan (climbing harness) untuk mengelola apa yang sebelum itu resiko yang akan datang kemudian. baru baru ini kemajuan teknologi perangkat keras (hardwae) dan climbing bersama peralatan industri lainnya diteria sebagai bagian dari desain instalasi dan praktek yang dapat mengurangi resiko kepada pengguna dan kepada lingkungan alam (natural environment).Ropes course modern ini menggunakan berbagai media selain pohon-pohon (tree on tree), termasuk tiang-tiang dan struktur baja. berbagai model ini dapat ditemukan di berbagai lokasi, termasuk daerah-daerah berhutan, lapangan terbuka, atau dipasang di dalam bangunan tertutup (indoor).

Tren baru ini dalam rope course telah menciptakan sebuah genre baru, berupa model konstruksi baja mobile yang bertujuan untuk rekreasi. panel dibuat khusus untuk high rope course (awalny dirancang oleh Jim Liggett dari Rope Course, Inc) dan climbing wall yang dibangun di atas truk, telah membuat tantangan menjadi lebih mudah tersedia bagi publikuntuk tujuan rekreasi dan menghasilkan peningkatan publisitas. Perkiraan baru-baru ini oleh pembangunan media rope course diperkirakan ada lebih dari 7.500 lokasi Challenge Ropes Course di Amerika Serikat dan penigkatan tambahan 200-400 lokasi dibangun setiap tahunnya.

Ropes Course di Indonesia
Belum ada sejarah yang jelas siapa yang mengembangkan ropes course pertama kali di Indonesia, perkembangan Ropes Course di negeri ini lebih banyak dikenal dan salah kaprah dengan kegiatan outbound, istilah penamaan outbound sendiri saat ini masih kabur dan penuh berdebatan, walau diakui perkembangannya seiring dengan kegiatan yang dilakukan outward bound indonesia (OBI) pada tahun 1990-an. Karena mulai maraknya kemunculan provider-provider sejenis yang menerapkan metode kegiatan serupa maka untuk menghindari perselisihan, salah satu kata dalam kalimat Outwardbound dihilangkan ward nya, maka jadilah kata outbound seperti yang dikenal hingga saat ini, (lihat dalam milist AELI tanggal : Selasa, 26 Januari 2010).

Menurut salah seorang pelaku kegiatan ini dalam milist Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) mengatakan bahwa outbound adalah media belajar bukan alat belajar, jadi sola dampak kegiatan ini dalam pendididkan misalnya akan sangat tergantung dari program yang disusunnya. Nah sebagai media belajar ini…rope course sering dijadikan sebagai bagian media pelatihan juga dalam kegiatan outbound, baik itu low rope maupun high ropes element gamenya, selanjutnya ketika beberapa kawasan wisata, tempat peristirahatan, taman rekreasi bahkan rumah makan melengkapi fasilitasnya dengan beberapa games low maupun high ropes bahkan walau hanya flying fox saja sudah dikatakan outbound….begitulah orang awam memaknainya.

mengingat perkembangan kegiatan ini yang semakin diterima secara luas ditanah air, banyak perusahaan swasta, lembaga pendidikan bahkan di instansi pemerintah misalnya rope courses telah diterima sebagai “alat ajar”dalam pelatihan pengembangan pegawai di lingkungan dinas. Disaat ini banyak dari provider di tanah airsaat ini lebih memfokuskan kegiatan khususnya dalam pengembangan ropes courses.oleh karena hal tersebut maka standarisasi keamanan dalam instalasinya juga kemampuan operatonya harus sangat baik.

High Ropes Course
HIgh ropes course dapat direkayasa pra-kursus, dibangun dari tiang-tiang kabel, simpul-simpul tali temali dan baut yang dibangun oleh seorang kontraktor, atau yang dibangun dalam daerah berhutan, dimana tali dan kawat yang melekat pada pohon yang berbeda. Sekalipun konstruksinya dibuat oleh seorang kontraktor atau pribadi, untuk membuat kursus yang terbuka untuk umum, ada beberapa peraturan yang secara ketat yang saat ini berkembang dan mewakili industri dalam Rope Course secara internasional ditetapkan oleh Association Challenge Technologies (ACCT) maupun profesional Rope Course Association (PRCA) harus di taati dan tentu saja harus diperiksa secara teratur untuk menjamin kemanannya.

Rope Course juga dpat digambarkan sebagai kegiatan yang statis atau dinamis. Dengan kursus statis, peserta yang melekat pada sebuah kawat baja diatas, penambatan kabel, dengan tali dan carabiner untuk keselamatan. Jika peserta menggantung, mereka akan ditangkap oleh kawat. Pada kursus yang dinamis (dynamic belay), para peserta terhubung ke tali, yang ada di tanah akan berpegangan dan belaying peserta di lapangan. Keuntungan yang statis yang membutuhkan lebih sedikit orang opearator termasuk fasilitator, dan mampu mendapatkan lebih banyak peserta di kursus pada satu waktu. Namun tentu saja yang dinamis memungkinkan peserta dapat dengan mudah diturunkan ke tanah dengan aman dan dapat berfungsi ganda sebagai unsur tambahan dalam kursus tantangan karena membutuhkan suatu sikap mempercayakan secara penuh kepada belayer.

Biasanya peserta harus mendatangi sebuah surat pernyataan sebelum diperbolehkan untuk berpartispasi di lapangan, karena tingginya resiko cedera. Sebagian peserta mungkin memiliki waktu terbatas untuk menyelesaikan kursus karena ketinggiannya dan tantangan fisik. Kursus biasanya berkisar dari 25 meter sampai 50 kaki tingginya. Dalam rangka untuk naik ke peserta kursus biasanyaharus memanjat, seperti dengan menggunakan jaring kargo (cargo net) atau tangga monyet (jacob ladder), hyang dapat dibuat dari tali, atau climbing wall (dinding panjat) buatan.

Beberpa element games yang terdapat dalam high ropes biasanya terdiri dari :
HIGH Element :
– Standart Traversing Element :
1. Burma Bridge,
2. Cat Walk
3. Incline Log
4. Island in the sky
5. Multive Traverse
6. Pirate’s Crossing
7. Tired Two Line
8. Two Line Bridge
– Other Element
1. Centipede,
2. Climbing Tower
3. Flying Squirrel
4. Pamper Pole
5. Prusik Climb
6. Quadopenia
7. Rappeling
9. Tension Traverse – High Version,
10. Zip Line/Wire (Flying Fox)
( lihat dalam : The Guide for Challange Course Operations, compiled by Bob Ryan, Project Adventure 2005 hal. 132 ). Outbound di batu

Bagikan informasi tentang Mengenal Outbound games tali tinggi 1 kepada teman atau kerabat Anda.

Mengenal Outbound games tali tinggi 1 | Outbound di Batu Malang

Belum ada komentar untuk Mengenal Outbound games tali tinggi 1

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Temukan Kami

Widget Area Footer Left

Anda dapat menambahkan widget pada widget area yang tersedia pada template ini. Tersedia 3 widget area yaitu footer left, midle dan right. Anda dapat melakukan pengaturan pada wordpress admin > Appereance > Widgets. Selamat mencoba!

Widget Area Footer Middle

Anda dapat menambahkan widget pada widget area yang tersedia pada template ini. Tersedia 3 widget area yaitu footer left, midle dan right. Anda dapat melakukan pengaturan pada wordpress admin > Appereance > Widgets. Selamat mencoba!

Widget Area Footer Right

Anda dapat menambahkan widget pada widget area yang tersedia pada template ini. Tersedia 3 widget area yaitu footer left, midle dan right. Anda dapat melakukan pengaturan pada wordpress admin > Appereance > Widgets. Selamat mencoba!
Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan