Buka jam 08.00 s/d jam 21.00
Beranda » Artikel Terbaru » Manajemen Konflik (Peranan Komunikasi dalam Konflik)

Manajemen Konflik (Peranan Komunikasi dalam Konflik)

Diposting pada 8 August 2018 oleh admin

Orang sering beranggapan bersumber pada tindakan dan inti persoalan, namun sebenarnya konflik sering disebabkan karena komunikasi yang buruk. Komunikasi dapat menjadi masalah yang besar.outbound di batu

Banyak persoalan dapat diselesaikan jika komunikasi berjalan lancar. Setelah mempelajari tentang komunikasi ini, kita akan paham seluk beluk komunikasi,

teknik perbaikan komunikasi yang lebih positif, model konfrontasi yang membangun, dan tehnik penyerderhanaan komunikasi dalam konflik.

Komunikasi yang buruk mempengaruhi persoalan karena setiap orang yang terlibat dalam konflik mulai secara tidak sadar mereka reka motivasi buruk pihak lain. Perbedaan antara pesan yang disampaikan dan pesan yang diterima akan menimbulkan masalah komunikasi ketika konflik berlangsung.

Hanya 7% dari komunikasi disampaikan secara lisan, 93% selebihnya menggunakan komunikasi nonlisan. Ekspresi wajah, gerak-gerik tubuh, dan nada suara memainkan peranan sangat penting bila kita berbicara dengan orang lain. Berbagai kesulitan timbul ketika orang berusaha menyesuaikan kata-kata dan perilaku lawan bicaranya, dengan motivasi, sikap, dan perasaan yang telah ada.

Tidak mengherankan bila banyak konflik yang berakibat dari kesalahpengertian. Meski demikian, sangat menakjubkan bahwa kita masih dapat memahami apa yang kita katakan satu sama yang lain. Satu faktor yang membuat komunikasi antarindividu menjadi lebih rumit adalah penggunaan teknik yang tidak tepat untuk mengatasi konflik. Gaya menghindar dapat ditafsirkan salah. Toleransi bisa dikira rasa kesal atau sikap tidak peduli. Hal-hal sepele yang mengesalkan bisa menjadi konflik tahap pertama.

Adapula orang yang memilih tidak terlibat dalam perdebatan panjang mengenai suatu persoalan yang sepele dengan cara mengikuti kemauan pihak lain. Pihak lain ini merasa tersinggung karena menganggap pihak pertama tidak punya perhatian. Jika komunikasi antara mereka memang sudah lama kurang baik, maka pihak pertama bisa dicap “salah satu dari mereka yang tidak peduli orang lain” dan inilah awal dari konflik tahap kedua.

Menggunakan kata kata yang tidak tepat atau lagak untuk menjaga perasaan pihak lain adalah ciri komunikasi antar individu yang buruk. Bila emosi tidak sesuai dengan kata kata, suhu konflik kemungkinan memanas. Tidak ada seorangpunyang dapat menyampaikan atau menerima pesan 100% akurat, maka diperlukan kiat mengatasi manajemen konflik. Konflik tidak dapat dihindarkan karena adanya dinamika komunikasi.

Apakah anda memakai metode komunikasi lisan atau tertulis, berhadapan muka, atau jarak jauh, cara anda mengekpresikan diri dan mempengaruhi kejelasan pesan anda terima utuh oleh pihak lain atau tidak. Kurangi konflik yang berdasarkan salah komunikasi dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Jangan gunakan bahasa negatif
  2. Ganti bahasa negatif dengan bahasa positif yang berfokus pada penyelesaian konkrit, alternatif dan pilihan.

Refleksi diri dari hal-hal ini adalah

  • Aktif mencari umoan balik mengenai cara komunikasi anda dan komunikasi di dalam lingkungan baik di lingkungan sosial atau kerja.
  • Anda membaca catatan yang pernah anda tulis dan bandingkan bahasa negatif atau positif yang dipakai.
  • dengarkan diri anda sendiri ketika berbicara dengan kawan, rekan, dan anggota keluarga. Apakah anda biasanya menggunakan bahasa positif atau apakah anda sering masuk perangkap bahasa negatif? Apa ada kata atau ungkapan negatif yang dapat anda hilangkan dari kosa kata anda sehari-hari?
  • Siapkan apa yang anda katakan. Tetapkan waktu untuk mengatasi masing-masing situasi.

Komunikasi memang sangatlah penting karena dengan komunikasi yang baik maka akan terbina sebuah hubungan, kerjasama dan penerapan semua strategi perusahaan bisa diterapkan dengan baik. Dan dengan komunikasi ini kesalahpahaman serta konflik bisa diminimalisasi. Sebuah artikel yang luar biasa yang disadur dari “How to Manage Conflict” by Peg Pickering.

 

Bagikan informasi tentang Manajemen Konflik (Peranan Komunikasi dalam Konflik) kepada teman atau kerabat Anda.

Manajemen Konflik (Peranan Komunikasi dalam Konflik) | Outbound di Batu Malang

Belum ada komentar untuk Manajemen Konflik (Peranan Komunikasi dalam Konflik)

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Temukan Kami

Alamat Outsina Outbound di Batu

Jl. Tata Surya III no.7 , RT.07 RW. 06 Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang

Whats app :

Dyah : 081231577653

Bayu : 081231543890

Layanan Outsina

Kami menyediakan layanan Profesional untuk kegiatan berbasis Experiential Learning dan Penjualan Perlengkapan Alam Bebas. Layanan kami adalah:

  1. Outbound di Batu Malang
  2. Outbound di Malang

Outsina Services

gambar logo

Logo outsina

Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan